Bencana Sumatera Saat Alam Bereaksi dan Manusia Berperan
![]() |
| Ilustrasi Bencana Sumatera, 2025 |
Reaksi Alam
Bagaimana reaksi alam? Sumatera adalah pulau dengan
karakter geografis yang kompleks: pegunungan, daerah aliran sungai besar, dan
wilayah pesisir. Kombinasi ini membuatnya rentan terhadap banjir, longsor, dan
banjir bandang, terutama ketika curah hujan bergerak di luar pola normal.
Perubahan iklim global
memperburuk situasi. Hujan kini turun lebih deras dan dalam durasi yang lebih
singkat. Dalam kondisi seperti ini, alam hanya mengikuti hukum
fisika—mengalirkan air sebanyak mungkin ke tempat yang bisa menampungnya.
Aktivitas Manusia
Bagaimana aktivitas manusia dalam bencana ini? Meski faktor alam kuat, bencana
tidak akan separah ini tanpa campur tangan manusia. Beberapa kesalahan yang
umum terjadi meliputi:
- Penggundulan hutan dan kerusakan DAS, membuat tanah tidak mampu menyerap air.
- Pembangunan pemukiman di zona merah, seperti bantaran sungai atau lereng curam.
- Drainase yang buruk, sering tersumbat sampah maupun sedimentasi.
- Alih fungsi lahan tanpa perhitungan lingkungan, demi kepentingan industri atau permukiman.
Ketika hujan deras datang, semua
kelemahan ini muncul bersamaan dan mempercepat terjadinya bencana.
Keseimbangan Harus Diciptakan
Apa yang harus dilakukan? Bencana barulah menjadi tragedi
ketika manusia tidak siap menghadapinya. Karena itu, langkah-langkah berikut
penting untuk diterapkan:
- Memulihkan kembali hutan dan daerah resapan air
- Menegakkan aturan tata ruang secara tegas
- Meningkatkan kapasitas infrastruktur mitigasi
- Mengedukasi masyarakat tentang risiko lingkungan
- Kita tidak dapat menahan alam, tetapi kita dapat mengurangi dampaknya.
Bencana Sumatera adalah refleksi
nyata bahwa hubungan kita dengan alam masih belum seimbang. Alam bereaksi
sesuai kondisinya, tetapi manusia harus mampu berperan lebih bijak. Selama
perilaku terhadap lingkungan tidak berubah, bencana bukan hanya ancaman—tetapi
kepastian.
![]() |
| Statistik Bencana Alam Sumatera, 2025 |


0 Response to "Bencana Sumatera Saat Alam Bereaksi dan Manusia Berperan"
Posting Komentar