Pendidikan Humanis dalam Mencegah Kasus Bulliying di Lembaga Pendidikan Islam
Kasus Bulliying
di Lembaga Pendidikan Indonesia seakan-akan menjadi kasus yang sangat
memprihatinkan. Hal ini telah terjadi sejak dulu bahkan kasusnya sampai
menciptakan penghinaan, hingga pembunuhan. Masalah yang terjadi akhir-akhir ini
adalah bahwa dalam kasus ini tidak hanya terjadi antara sesama siswa namun
telah merambah kepada kasus bulliying terhadap guru atau pendidik yang
seharusnya menjadi tauladan dalam dunia pendidikan. Dalam pandangan Islam, guru
adalah suri tauladan bagi setiap siswanya bahkan memiliki kedudukan mulia
sehingga menjadi kedudukan yang sacral dalam pelaksanaan pendidikan Islam.
Tercatat
tertahun 2023, dilansir dari republika.co.id bahwa kasus bulliying di lembaga
sekolah sebanyak 23 kasus sejak bulan Januari 2023. Lain lagi data yang
diberikan oleh lembaga swasta seperti katadata.com bahwa kasus bulliying di
sekolah tertahun 2023 terjadi sebanyak 43 kasus di Indonesia, rata-rata terjadi
di sekolah menengah pertama (SMP). Hal ini menunjukkan bahwa kasus bulliying
sudah menjadi berita hangat dalam setiap tahunnya karena menjadi salah satu
bentuk kegagalan lembaga pendidikan dalam melaksanakan sistem pendidikan yang
telah direncanakan dalam skala nasional.
Pendidikan
sebagai bentuk pendidikan karakter dan pengembangan ilmu pengetahuan manusia
seharusnya mencerminkan perilaku terpelajar dan membuat manusia dapat
memanusiakan manusia lainnya. Hal ini bukan hanya sebagai bentuk tingkat
pendidikan yang dijalani oleh manusia namun terkait dengan nilai yang telah
diberikan melalui pendidikan di lembaga sekolah. Pendidikan humanis adalah salah
satu bentuk konsep pendidikan dalam melahirkan sebuah nilai menghargai orang
lain tidak hanya sebatas suku, agama dan bahasa namun dapat memberikan ukuran
bahwa manusia dapat menjadi tempat yang nyaman bagi orang lain.
Pendidikan
humanis dalam Islam menekankan kepada konsep bebas, dan nilai kemanusiaan yang
tinggi sebagaimana cerminan dalam konsep Islam sebagai nilai rahmatan lil
alamiin bagi lingkungannya. Hal ini tercantum dalam surah Al-Anbiya’ ayat
107 yang artinya:
“Dan Kami tidaklah mengutus engkau (wahai Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi semua makhluk, disebabkan mulianya sifatmu berupa rasa komitmen dan tekad untuk memberikan hidayah pada manusia dan menyelamatkan mereka dari azab Allah” (Qs. Al-Anbiya’/21: 107).
Nilai konsep rahmatan
lil alamiin tidak hanya sebagai bentuk memberikan pemahaman bahwa Islam
harus tersampaikan hingga penghujung alam semesta namun harus memberikan nilai
yang baik terhadap keberadaan orang lain sebagai makhluk ciptaan Allah SWT.
Makna ini tentunya memberikan paham bahwa Islam mencerminkan nilai humanis
dalam sistem kehidupan manusia baik itu dalam lingkungan sosial, keluarga
hingga lembaga pendidikan sekolah.
Pendidikan
humanis dalam pendidikan Islam penerapannya sebagai metode pembelajaran perlu
diikuti dengan pengetahuan tentang pendekatan belajar kognitif serta afektif
supaya dapat menghasilkan perubahan positif pada hasil belajar dan sikap
peserta didik sehingga mencerminkan perilaku atau karakter yang baik dalam diri
setiap peserta didik. Pendidikan humanisme merupakan suatu bentuk kegiatan pendidikan
yang memandang bahwa manusia memiliki satu kehidupan yang diisi dengan
kreatifitas dan kebahagiaan, yang tidak membutuhkan persetujuan ataupun
dukungan dari entitas supernatural manapun.
Menurut Rahmatika K. Romadhani langkah yang dapat dilakukan dalam meminimalisir kasus bulliying di sekolah dapat dilakukan dengan memberikan motivasi kepada peserta didik bahwa sesama manusia harus saling menghargai, menyusun strategi pendidikan yang lebih baik, melibatkan komponen pendidikan secara baik di lingkungan sekolah, mengaktifkan kegiatan pembelajaran peserta didik dan memberikan kepedulian secara hangat terhadap peserta didik sehingga mencerminkan kecintaan dalam batas kependidikan dalam mencerminkan suatu kehangatan sosial kehidupan sekolah. Dengan begitu, kasus bulliying di sekolah dalam kehangatan humanis Islamis memberikan efek yang baik terhadap didikan peserta didik dalam menciptakan suasana pendidikan yang harmonis humanis.
Aidul Azhari Harahap - STIT PL Gunung Tua

0 Response to "Pendidikan Humanis dalam Mencegah Kasus Bulliying di Lembaga Pendidikan Islam"
Posting Komentar